15:18 pm - Friday, 25 July 2014

Embung Nglanggeran, Pengunjung Bludak Namun Pengamanan Minim

By Admin Go - Tue Apr 16, 11:15 am

Kaasan Embung Langgeran

Kawasan Embung Langgeran

PATUK - Gunungkidul masih tujuan wisata favorit. Setiap akhir pekan Embung Nglanggeran, Patuk dikunjungi ribuan wisatawan. Saking penuhnya, pengelola kerepotan. Namun belum didukung standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.

Ketua Gapoktan Kumpul Makaryo, Nglanggeran Hadi Purwanto mengakui pengamanan masih minim. Sebenarnya dia bersyukur embung pemberian Pemprov DIJ untuk pengairan kebun buah durian dan klengkeng karena membawa berkah. Sejak diresmikan Gubernur DIJ Sri Sultan HB X 18 Februari lalu jumlah pengunjung membludak.

“Tetapi kami kewalahan karena sarana pendukung belum memadai,” katanya kepada Radar Jogja kemarin (14/4).Persoalan mendesak yang mesti dipikirkan adalah masalah infrastruktur jalan. Karena pengelola kesulitan mengatur lalu lintas. Selain itu, belum adanya lampu penerangan juga menambah daftar panjang persoalan keamanan dan kenyamanan. Apalagi saat ini sudah ditarik tiket masuk.

Artinya, beban moral pengelola kepada pengunjung kian besar.“Maka dari itu belum lama ini kami memanggil ketua karang taruna, ketua pengelola wisata dan kawan-kawannya. Pihaknya memberikan mandat supaya mereka tertib,” ujar Hadi Purwanto yang juga menjabat sebagai pelaksana kegiatan di embung itu.

Poin penting lain dalam pertemuan itu, dia juga meminta supaya pengelolaan gunung purba dan embung dijadikan satu dan dikelola karang taruna. Langkah tersebut sebagai upaya mencegah hal yang tidak diinginkan. Salah seorang pengunjung Wulandari, 20, warga Karangrejek, Wonosari was-was karena lokasi belum didukung sarana memadai.

“Saya menemukan kondom berceceran, jangan-jangan dijadikan lokasi mesum. Mohon pengelola mengantisipasi hal yang kurang elok itu,” pintanya. Dia juga mengeluhkan tidak adanya pagar pembatas di pinggir embung. Membahayakan para pengunjung, karena di bawahnya jurang. (gun/iwa/dyd/Go)

Isi Komentar Anda!
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi gunungkidulonline.com. Tidak boleh ada kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Follow Gunungkidul Online: Media Berita Online Gunungkidul on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

Tulis Komentar

Komentar

  • 0 Comments
  • 1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3.00 out of 5)
    Loading ... Loading ...
  • 3104 views

Leave a Reply